Kamis, 09 Februari 2012

Sahabat? ADA =)

Terkadang aku mikir, ada ga yaa perwujudan dari kata 'sahabat' itu sendiri? Jujur aja kalo ditanya apa aku punya temen dari kecil, aku jawab ngga. Karena memang gada. Aku sekolah SD aja 4 SD demi nyelesein 6 tahun itu.
SMP, SMA, ada. Itupun temen sebangku. Yah, pergaulanku cuman sebatas temen sebangku. hahhahaha
---
Sahabat dari kecil memang aku tak punya. Tapi sahabat yang begitu memperhatikan aku, tentu aku punya. Meisyaffitri, Utami Rahmahwati, Ella Yustiti, Zara Suriza, Nithi Surachman, Nanda Putri, Ayu Lizah, Siti Zahara, Diah Mulia Sari..
---
Kuliah, aku masih gatau seperti apa rupa sahabat. Sahabat yg bener2 sahabat, kayak Dora the explorer dengan Boots, Spongebob dengan Patricks. Di film-film aku slalu nemuin kalo sahabat deket itu bisanya bertiga atau berempat, terus kemana-mana selalu bareng. Ngelakuin apapun bareng. Aku pengen kaak gitu. Awal kuliah, ada sih beberapa orang yg dekat. Semakin lama semester semakin menjauh. Aku pun tak tau kenapa. Terkadang memang Tuhan mengenalkan kita dengan seburuk-buruk manusia sebelum memperkenalkan dengan manusia yang terbaik. Aku tak pernah menyangka, seorang Uly Hasrita yang cuek, dan sengak itu bakal jadi sahabatku. Aku tak pernah menduga Ade Oktryani yg pendiam itu punya segudang cerita buat dia ceritakan padaku. Aku tak pernah bayangkan Nurul Shilvanny Okky Agusta yg cerewet dan periang itu punya sejuta duka buat dibagikan padaku. Aku tak pernah tau kalo Adita Fadhlun Rusyda, adikku, yg selama ini tak pernah akur denganku ternyata punya kekaguman terhadapku. Aku tak sangka ayahku, yg dengan sikap disiplin dan tegasnya itu-lah tempat aku mencurahkan berbagai unek-unekku. Aku tak pernah tau pelukan hangat ibu-ku akan senyaman itu. Aku tak pernah tau, kehadiran Sitti Rahmi Wulandari, Moza Musmiretni dan Silcia Nirmala akan mampu menjebol pertahanan dan keegoanku sebagai anak sulung. Aku tak pernah dapatkan perkataan "berani pacaran? Harus kasi tengok ke abang dulu" selain dari mulut Tengku Zadeq Syahab. Aku hanya belum pernah hangatnya kecupan dari sang pemilik aku, si tulang rusuk kirinya. Aku hanya belum pernah tau rasanya mengandung dan merasakan tendangan halus di perutku dari  malaikat kecilku
---
Sahabat itu, yg tak akan pernah ilfeel begitu tau aib-mu, masa lalu-mu, kejelekan-mu, sifat buruk-mu. Dia-lah yg berani menghapus air matamu ketika kamu menangis disebuah pengakuan. Dia-lah yg bilang "jangan ulangin lagi yaa yg kayak gitu". Dia-lah yg bilang "masalah jangan dipikirin, tapi dijalanin". Dia-lah yg mengupas buah untukmu ketika kamu berkutat dengan formatmu. Dia-lah yg membantumu menulis format padahal besok dia harus tryout. Dia-lah yg mau mengantarmu sejauh puluhan kilometer hanya agar kamu tak tersesat. Dia-lah yg rela memberimu contekan saat dia tau kamu tak tau apa-apa. Dia-lah yg menginspirasimu memakai jilbab. Dia-lah yg tak pernah berhenti mendengar keluh kesahmu, kisah sedihmu, menganggap ceritamu lucu walalupun itu garing, menelponmu padahal dia tak ada pulsa, menghujanimu sms "selamat belajar dan semoga sukses" ketika kamu ujian, Dia yang...........
---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar