Kamis, 26 Januari 2012

ketika tarot bercerita

26 Januari 2012, entah kenapa pikiran edan itu dalam diam menyusup perlahan dalam pikiran 3 anak manusia, para remaja tanggung (sumpah, nanggung banget tingginya :p) yang (ceritanya) ingin move on dari kehidupan yang ‘begini-begini’ saja dan penasaran ingin mengintip sedikit saja rahasia cerita masa depan. Bergeraklah mereka ke Orang Pintar 1 yang meramal dengan sisa kopi orang yg bersangkutan, promoted by Merah, di komplek perumahan 1. Sesampainya di rumah Orang Pintar 1, rumahnya kosong! Gembok dimana-mana. Kecewa tak terbendung, tapi mereka tetap bergerak maju ke rumah Orang Pintar 2 di komplek perumahan 2. Selanjutnya mereka menyusuri tiap blok perumahan 2 bermandikan keringat dan matahari siang yg berbaik hati membagikan tiap Joule panasnya, tak urung menyurutkan deru mesin motor mereka. Mencari seorang  Orang Pintar 2 berbekal ingatan teman, si Putih. Mungkin otak si Putih yg cuma dianugerahi Tuhan memori 562 Mb itu memang harus di-upgrade. Bolak-balik komplek ga inget juga sama rumah si Orang Pintar 2.  Oranye kesal, lalu mencoba menghubungi beberapa kenalan yang sekiranya pernah berhubungan dengan Orang Pintar 3 atau Orang Pintar 4 atau Orang Pintar lainnya. Seperti mendapat pencerahan, ternyata salah seorang sepupu Oranye pernah kerumah si Orang Pintar 3 yg jaraknya 2 km dari komplek perumahan 2. Cuuuuuss ketiga makhluk ajaib tak sabaran yg haus akan cerita masa depan itu segera meluncur ke TkoP (tempat kediaman Orang Pintar). Mendaki gunung lewati lembah mereka lalui tapi ternyata tak kunjung bertemu sehingga Oranye berputus asa, seperti saat putus cinta :p, kemudian memutuskan untuk PULANG. Mungkin Tuhan tak mengijinkan ketiga hamba polosNya mengintip masa depan yg memang sudah ditata rapi olehNya. Sesampainya Oranye dirumah, Merah dan Putih (tunggu dulu, ini bukan cerita heroik lhoo. Kebetulan aja namanya sama :D) nelpon si Oranye, dan bilang “ORANYEEEEE, ORANG PINTAR 3 RUMAHNYA UDH KETEMU LHOOOOOO”. Setelah diusut ternyata rumahnya didepan idung mereka. Dan demi apa rumahnya mudah ditemukan seperti itu? Ga pake menyebrang sungai gitu? Ga pake melewati sarang ular gitu? Ga pake melewati sumur tua gitu? Rumahnya itu terang, diatas bukit, dan hijau. Ga keliatan mistis-mistisnya sama sekali. Dan demi apa, Merah dan Putih nanya “dimanakah letak rumah Orang Pintar 3?”  malah nanyanya ke cucu si Orang Pintar 3, bukan ke Peta aja kayak Dora the Explorer?? Kenapa????? 

Lanjut, singkat kata singkat cerita sesingkat singkatnya masuklah ketiga orang anak manusia kerumah Orang Pintar 3 itu atas niat baik dan disertai Bismillahirrahmanirrahim dan bertemu-lah dengan Orang Pintar 3. Selanjutnya tanpa basa basi dan entah ada angin apa Oranye sebagai yang termuda diantara ketiga anak muda itu dimulai pembacaan melalui Kartu Tarot.

“Oranye, kamu sering keluar malam kan? (...) Sedang bermasalah dengan perut kan? (hah?) Keuangan sering susah ngaturnya. (iyah, lg seret T,T) Jodoh kamu ini masiiii jauh (jlebbb) tapi ga perawan tua kok. 26 itu masi usia produktif kaan?? (iya deh) jodohmu ini orang kantoran bagian keuangan, sering keluar kota, manis loo orangnya, dari keluarga baik-baik dan kalo kamu dengan dia, namamu bakal bagus. Tapi yaa kamu harus sabar, karena dia adalah ‘orang disebalik gunung’ (terlintas sesosok pendekar keluar dari pertapaan) maksudnya, dia bukan orang asli pulau ini (oooh) dan ketemuannya krn ‘kecelakaan’, jadi kalian bakal ketemu gak sengaja entah karena ketabrak ato apa terus bakal ketemu lagi, dan lagi, dan lagi (ecieee) sampe yg muncul itu bukan cinta krn kamu suka bermain cinta dimasa muda, nanti yg akan muncul adalah ‘perasaan’ (asli ga ngerti tapi iyain aja). Ini buat jodoh kamu dimasa depan. Tapi bukan berarti sekarang gada yg suka sama kamu. Banyak. Kamu tinggal pilih kamu mau sama yg mana. Tapi konsekuensinya, nanti kehidupan kamu didepan bakal kacau, salah-salah bisa cerai (waduhh).” 

Selanjutnya berpindah ke Merah “Merah, kamu pemboros (jleebb). Waah banyak cowo nih yg ngedeketin (ehmm) tapi nanti kamu ketemu jodoh kamu, gini, pas kamu kerja nanti keluarga dia bakal ada yg sakit dan kamu lagi di bagian keuangan ato kasirnya gitu di instansi yang bersangkutan terus pas dia ketemu kamu dia bakal ngerasa kamu mirip seorang sodara dia dulu, dan dari situ ada chemsitry (asooy). Dia orangnya putih, berisi, lebih tinggi dari kamu (hmm). Dia satu instansi denganmu (ah ga jauh2 -,-) Oya nanti kalo kamu ud kerja kamu bakal cantik lo (yaiyala udah bisa perawatan gitu looo). Hmm pacar kamu yg sekarang ini orangnya brengsek (putus!! putus!!) tapi yaa selagi dia baek sama kamu, bales baek aja dulu".

Last si Putih. "Yaampun, kamu ini kalo pacaran sekarang suka disalip sama temen tapi yaa gapapa, take it easy hahaha, suka ga cocok, suka berantem (haaaah) jadi nanti kamu ketemu jodoh kamu ketika kamu sudah ‘lelah’, dan dia juga punya pengalaman yg sama terhadap cinta. Ceritanya kalian samasama sudah 'tutup buku'. Ketika itu kamu gasuka sama dia tapi ternyata dari situ lah awal rasa itu (aseek) dan bakal jadi dengan bantuan seorang teman, seorang lelaki. Kamu ini orangnya suka pedes kalo ngomong (nahlooo). Oya calon kamu ini seorang pengusaha, sekitaran dunia perlautan, perusahaan dimana-mana. Nanti Singapur-Malaysia itu hanya sebuah kota bagi kamu, kamu bakal sering keluar negri (oowaw) yaa setimpal lah dengan rasa sakit kamu sebelum bertemu dia (haseeek)”

 Terakhir, kalian bertiga ini salah jurusan kuliah (iya, udah pada tau kok :D)

Bener ato ga nya ramalan kartu tarot tersebut, hanya ketiga anak manusia itulah yg akan mengalaminya, dan kembali kepada mereka lagi untuk percaya atau tidak :)
Dan, niat awal mereka bertiga mencari sesosok pembaca tarot adalah untuk MOVE ON. Tapi tampaknya mereka sudah cukup bahagia mendengar seupil cerita tarot tentang ‘sesosok Adam mereka’

based on true story :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar