Jumat, 11 November 2011

afgan - kembali

awalnya, aku tak suka lelaki perawat. "terlalu feminim", kataku. selang detik berlalu aku jadian dengan seniorku yang PERAWAT. Lepas derai tawa teman-temanku. "jilat ludah sendiri", kata mereka. Yaa habisnya dia terlalu mempesona sih. Terlalu menerima aku apa adanya sampai-sampai aku merasa tersanjung seperti ratu. Lalu aku pun jadi tak suka dia menjauh. Aku ingin dia selalu disampingku. Aku lupa satu hal : dia bukan hanya milikku. Dia milik semua, selagi belum ada hitam di atas putih aku bukan siapapun baginya.
Akhirnya sang perawat lepas.


Aku pun tak suka POLISI. Karena kata teman-temanku, "polisi itu 'nakal'. Cewek 'lurus' saja bisa dibuat 'bengkok', apalagi yg udah 'bengkok', leburlah". Tapi aku malah nyaman dengan polisi yang satu ini. Jaak yang terlalu jauh dan dia terlalu dewasa ; terlalu melindungi aku. Tapi dia juga terlalu sibuk. Aku terkesan dengan kata-katanya yang bilang "oke kalau adek menganggap oknum seperti kami 'nakal'. Abang buktikan kalo abang tidak seperti itu". Dia inginkan aku tapi aku belum sepenuhnya percaya dia. Dia yakinkan aku, aku tak percaya. Dia ingin buktikan, aku tak mau. Berselang hari aku nyaman didekatnya, nyaman mendengar suaranya, dia pergi. Lepas lagi Pak Pol

Afgan - kembali

tak ku sangka kau di sana entah dengan siapa
sebulan sudah aku mencarimu
kasih sungguh aku tak tahu
dimana dimana oh kasihku
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
bila ada tutur kata yang tak kau terima
tapi mengapa kau harus begitu
teganya engkau pergi dariku
kembali kembali oh kasihku
ketika bersama merajut cinta
tertawa bahagia kita berdua
ku ingin kembali bertegur sapa
kasih jangan biarkan
kini hatiku hampa
sunyi sepi tanpa cinta



Source: http://liriklaguindonesia.net/afgan-kembali.htm#ixzz1dPnkB8nv

Tidak ada komentar:

Posting Komentar