Entah bagaimana ya, malam ini aku ngerasa mellow banget, teramat mellow. Berlinang air mata, berceceran pus* kemana-mana. Aku KANGEN kpercayaan-ku. Sampe saat ini aku gatau nasib ku ditangan dia itu sebagai apa.
**
Aku, entah bagaimana mendeskripsikan rasa rindu yg teramat ini
Rasanya seperti ada gunung disini
Sakit dipendam
Tapi makin dipendam, gunung itu malah tumbuh makin tinggi, makin besar
Hatiku yg notabene inangnya si gunung ini
Rasanya sakit, amat sakit
Bagai berdarah-darah, ditusuk-tusuk
Andailah ada kata lain yg bisa menggambarkan sakit ini, mungkin itulah dia
Gunung ini siap meletus, sekarang sedang meledak-ledak
Bukannya lahar yg keluar, tapi air mata yg keluar
atau mungkin lahar gunung yg tumbuh di sini adalah air mata?
Ingin kuminta agar aku tak punya hati saja
Biar tak perlu lagi gunung itu tumbuh disini
memuncah rasanya
Bagai dendam
Aarrrgghhhh
Entah bagaimana gunung ini bisa datang, lalu tumbuh, dan berkembang
padahal aku tak pernah mencari bibitnya
Mengharap saja tak pernah
Lalu, bagaimana lagi caraku untuk ungkapkannya?
Kemana lagi harus kukatakan aku rindu
Kemana lagi harus kucari penawar luka ini
Aku bahkan tak tau bagaimana mendiagnosanya
Aku tak tau kenapa rindu ini terlalu memuncah
Wahai Maha pembolak balik hati
tolong aku
Bagaimana lagi kusampaikan rindu miliknya ini
hingga sampai padanya
Bagaimana aku tunjukkan padanya bahwa aku rindu
sedangkan ia saja bahkan tak ingin peduli lagi padaku
ia saja tak inginkanku
bagaimana lagi akan kukatakan rinduku padanya
sedangkan ia sedikitpun tak bergeming dengan keras hatinya
Berikan aku jalanMu
Berikan aku kesempatan padanya
supaya aku bisa katakan
Aku rindu...
*pus : ingus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar